Asuhan Keperawatan pada Luka Bakar

Luka bakar merupakan cedera paling berat yang mengakibatkan permasalahan yang kompleks, tidak hanya menyebabkan kerusakan kulit namun juga seluruh sistem tubuh (Nina,2008)...

Materi Intepretasi EKG Normal

Elektrokardiografi adalah ilmu yg mempelajari aktivitas listrik jantung sedangkan Elektrokardigram ( EKG ) adalah suatu grafik yg menggambarkan rekaman listrik jantung...

Liburan Murah Bersama Alam di Hutan Pinus Pandaan

Pasuruan merupakan salah satu kabupaten yang memiliki puluhan destinasi wisata yang menarik. Banyak para pelancong yang akhirnya melabuhkan hatinya di Pasuruan...

Mahasiswa FKp Satu-Satunya Delegasi Keperawatan pada Kompetisi Riset Dunia

Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga mengirimkan satu tim delegasi untuk mengikuti Hokkaido Indonesian Student Association Scientific Meeting-14 (HISAS-14) di Hokkaido...

Kisah Inspiratif Dua Pedagang Keren

assalamualaikum wr.wb para pembaca yang budiman. Sudah lama ane gak posting-posting lagi. Hari ini izinkan ane berbagi pengalaman kepada pembaca semua...

Apa yang Membuat Saya Rindu Kampung Halaman?

Pembaca yang budiman, mungkin di antara kita banyak yang sedang atau pernah menyandang status sebagai perantau kota besar. Entah karena studi...

السَّلاَÙ…ُ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ْ ÙˆَرَØ­ْÙ…َØ©ُ اللهِ ÙˆَبَرَÙƒَاتُÙ‡ُ ...... Selamat datang di BLOG RIO CRISTIANTO. Dukung Blog ini dengan like fanspage "Rio Cristianto". Thank you, Happy Learning... ^_^
Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts

Thursday, 8 August 2019

Contoh Undangan Walimatul Ursy #1

Walimatul Ursy atau disingkat walimah adalah sebuah acara yang diselenggarakan setelah akad nikah yang bertujuan untuk memanjatkan rasa syukur dengan memberikan jamuan makan kepada keluarga, sanak saudara dan tetangga, serta memohon doa agar diberikan keberkahan dalam hidup untuk sang mempelai. Bagi Anda yang akan menikah, acara ini juga penting untuk dipersiapkan dengan baik karena Anda sebagai Shohibul Hajat harus dapat melayani dan menghormati tamu undangan dengan baik termasuk mempersiapkan undangan yang baik untuk para tamu nantinya. Berikut kami berikan contoh Undangan Walimatul Ursy, semoga dapat membantu Anda dalam menyelanggarakan Walimatul Ursy di pernikahan Anda atau anak Anda. 


Contoh Undangan Walimatul Ursy. doc

Thursday, 9 May 2019

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2019/1440 H

Assalamualaikum,
alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan sebuah hadiah dalam hidup seorang manusia yaitu mempertemukan dengan bulan penuh rahmat dan barokah, yaitu bulan suci Ramadhan. Bulan yang memiliki berbagai keutamaan yang tidak dimiliki oleh bulan-bulan lainnya, bulan dimana amal ibadah dilipatgandakan pahalanya, bulan dimana terdapat lailatul qadar, dan bulan dimana pintu ampunan dibuka seluas-luasnya. Semoga kita dijadikan seorang muslim yang taat, yang dapat memanfaatkan pertemuan dengan bulan suci Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya. 

Pada kesempatan kali ini saya ingin membagikan jadwal imsakiyah bulan Ramadhan 2019 / 1440 H. semoga jadwal ini bisa bermanfaat, sebagai pengingat dan penyemangat kita dalam beribadah mencari ridha Allah. Jadwal ini bebas di download, dan dibagikan.




Sunday, 4 June 2017

Jadwal Imsakiyah 1438 H

Berikut adalah jadwal imsakiyah Bulan Ramadhan 1438 H untuk daerah Surabaya. Semoga bermanfaat untuk para Pembaca yang Budiman. Semoga kita bisa menikmati manis dan indahnya Ramdhan tahun ini.


Tanya Jawab tentang Puasa Ramadhan : Sahur

Assalamualaikum wr. wb. Pembaca yang budiman.
Pada kesempatan ini saya ingin mengulas beberapa pertanyaan tentang Sahur yang mungkin sering menjadi pertanyaan. Sahur adalah aktivitas makan atau minum yang dilakukan pada dini hari sebelum menjalankan puasa. Sahur merupakan salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk dilakukan bagi umat islam yang akan menunaikan ibadah puasa Ramadhan. Semoga Allah senantiasa melimpahkan kesehatan dan rizki yang berkah kepada kita sehingga kita dapat menunaikan Sahur pada malam hari sebelum menunaikan ibadah puasa Ramadhan.

  1. Sudah masuk waktu imsak apakah masih boleh makan?
Masih diperbolehkan makan dan minum meski sudah masuk waktu imsak. Puasa dimulai sejak terbit fajar atau adzan shubuh, bukan waktu imsak yang kita kenal sekarang.
Istilah imsak seringkali dimaknai berbeda dan mengalami pergeseran arti. Sesungguhnya makna imsak adalah menahan diri dari makan dan minum dan hal-hal yang dapat membatalkan puasa, jadi sebenarnya imsak adalah berpuasa itu sendiri. Sedangkan imsak yang kita kenal hari ini adalah waktu persiapan sebelum masuk adzan shubuh kurang lebih 5 sampai 10 menit. Sehingga imsak bisa dijadikan pengingat bahwa waktu subuh akan segera tiba dan kita harus menyegerakan untuk menyelesaikan sahur kita. Jadi imsak itu bukan waktu shubuh sehingga masih diperbolehkan makan dan minum. 

  1. Apakah sah puasanya bila kita tidak makan sahur?
Makan sahur bukanlah syarat sahnya puasa Ramadhan, melainkan sunnah. Para ulama telah sepakat tentang sunnahnya sahur untuk puasa.
 Dari Anas ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Makan sahurlah, karena sahur itu barakah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Sehingga apabila seseorang menunaikan puasa tanpa sahur, puasanya tetap sah. Dasarnya adalah Rasulullah SAW juga pernah berpuasa tanpa makan sahur.

  1. Bila kita tidak punya makanan untuk sahur, apakah tetap disunnahkan untuk sahur?
Sahur tetap sunnah meskipun tidak ada makanan. Cukup dengan segelas air putih saja sudah disunnahkan.
 Dari Abi Said al Khudri ra. “Sahur itu barakah, maka jangan tinggalkan meski hanya dengan seteguk air. Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang sahur.” (HR. Ahmad)

  1. Makan sahur yang tepat itu jam berapa ya?
Disunnahkan untuk mengakhirkan makan sahur mendekati waktu shubuh.
 Dari Abu Dzar al ghifari ra. dengan riwayat marfu’, “Umatku masih dalam kebaikan selama mendahulukan buka puasa dan mengakhirkan sahur”. (HR. Ahmad)
Maka sahur kurang baik bila dilakukan terlalu malam seperti jam 02.00 dini hari, meskipun tidak terlarang. Praktek sahur yang dilakukan Rasulullah SAW adalah berlomba-lomba dengan datangnya waktu fajar.

  1. Ada Hadits yang menyebutkan bahwa meski sudah adzan shubuh kita masih boleh makan dan minum?
Memang benar ada hadits yang zahirnya membolehkan kita makan dan minum meski sudah terdengar adzan, diantaranya adalah hadits berikut :
“Jika salah seorang di antara kalian mendengarkan adzan sedangkan wadah terakhir masih ada di tangannya, maka janganlah dia meletakkan wadah tersebut hingga ia menunaikan hajatnya hingga selesai.” (HR. Abu Daud)
Iqamat dikumandangkan sedangkan gelas masih di tangan Umar bin Khattab, dia bertanta kepada Rasulullah SAW, “apakah aku boleh meminumnya?”. Beliau menjawab, “boleh”. Maka Umar pun meminumnya. (HR. Ibnu Jarir)

Ada sebagian orang yang menangkap hadits di atas secara lahiryah saja sehingga meskipun sudah masuk waktu shubuh dia tetap asyik makan.
Tentu hal ini bertentangan dengan ayat Al Qur’an yang menjelaskan bahwa batasan puasa adalah terbit fajar

“Dan makan dan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam yaitu fajar.” (QS. Al Baqarah: 187)

Maka kedua nash yang saling bertentangan ini harus dipertemukan. Para ulama menyebutnya dengan istilah thariqatul jam’i

Alternatifnya yang paling mendekati adalah bahwa yang dimaksud dengan adzan pada hadits di atas bukan adzan shubuh, melainkan adzan yang dikumandangkan dalam rangka untuk membangunkan orang untuk shalat malam.

Perlu diketahui bahwa adzan pada zaman Rasulullah SAW dikumandangkan dua kali. Adzan yang pertama dikumandangkan oleh Bilal, waktunya beberapa saat sebelum fajar terbit. Adzan yang kedua adalah adzan yang dikumandangkan oleh Ibnu Ummi Maktum, waktunya adalah saat fajar terbit. yang juga merupakan adzan dimulainya puasa dan masuknya waktu shalat shubuh.
Hal itu menurut hadits :

“Bilal mengumandangkan adzan pada suatu malam, maka Rasulullah SAW bersabda, “Makan dan minumlah sampai Ibnu Ummi Maktum adzan. Karena dia tidak akan adzan kecuali setelah terbitnya fajar shadiq.” (HR. Bukhari)

Imam An Nawawi mengatakan bahwa bila fajar terlah terbit sedangkan makanan masih di mulut, maka hendaklah dimuntahkan dan dia boleh meneruskan puasanya. Jika ia tetap menelannya padahal ia yakin telah masuk fajar, maka batallah puasanya. Hal ini sama sekali tidak ada perselisihan di antara para ulama.

Syaikh Shalih Al Munajjid dengan beralasan bahwa kebanyakan muadzin melantunkan adzan sebelum waktunya, mengatakan bahwa bila adzan dikumandangkan sebelum waktu fajar benar-benar terbit, tidaklah dianggap sebagai terbit fajar yang yakin.

Jika makan saat dikumandangkan adzan semacam itu, puasanya tetap sah. Karena ketika itu terbit fajar masih sangkaan (bukan yakin). Namun tetap saja beliau berhati-hati dengan berhenti makan ketika itu.

Sumber:
Buku “60 Tanya Jawab Seputar Puasa & Ramadhan”  ditulis oleh Ustadz Ahmad Sarwat, LC. MA diterbitkan oleh Yayasan Dana Sosial Al Falah


Tuesday, 30 May 2017

Tanya Jawab tentang Puasa Ramadhan : Niat

Assalamualaikum wr. wb para Pembaca yang budiman. Tidak terasa bulan yang penuh berkah dan keutamaan yaitu bulan Ramdhan telah datang. Bulan yang dimuliakan oleh Allah yang yang senantiasa disambut oleh umat muslim dengan suka cita dan hati berbunga-bunga dan kemudian mengiringinya dengan semangat untuk beribadah, Insya Allah. Alhamdulillah Allah masih mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan, yang berarti oleh Allah kita telah diberikan kesempatan untuk meminta ampun kepada-Nya agar dihapuskan dosa-dosa kita, dan dibukakan jalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya, serta dilapangkan kemudahan untuk mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya demi menggapai ridha-Nya.

Di bulan Ramdhan ini ada ibadah istimewa yang Allah wajibkan kepada seluruh umat Islam yaitu berpuasa. Sebagaimana yang tercantum dalam Surat Al Baqarah ayat 183 : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Pembaca yang budiman, seringkali Saya menemui pertanyaan-pertanyaan perihal berpuasa yang membuat hati Saya galau merana. Misal pertanyaan seperti bagaimana niat berpuasa yang benar, bagaimana peraturan mengganti puasa yang ditinggalkan, hal-hal apa saja yang membatalkan puasa, seperti apa udzur yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa dan pertanyaan lainnya. Mungkin bukan hanya Saya, barangkali Pembaca sekalian juga mendapati pertanyaan-pertanyaan tersebut masih menjadi tanda tanya.

Pembaca yang budiman, pada artikel ini Saya ingin menuliskan tentang pertanyaan-pertanyaan yang sering ditanyakan tentang puasa dan mencoba memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut. Tentu saja jawaban dan ulasan atas pertanyaan tersebut bukan opini Saya pribadi yang masih perlu banyak belajar ini, tetapi Saya ambil dari sebuah buku yang alhamdulillah berhasil memberikan pencerahan atas kegalauan hati Saya. Buku tersebut ditulis oleh Al Ustadz Ahmat Sarwat, LC. MA, berjudul “60 Tanya Jawab Seputar Puasa dan Ramadhan” diterbitkan oleh Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF). Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat memberikan sedikit informasi dan pengetahuan khususnya tentang puasa dan Ramdhan. Untuk artikel pertama Saya ingin menuliskan pertanyaan-pertanyaan tentang niat.

  1. Apakah kita wajib niat berpuasa sejak malam hari?
Jumhur ulama sepakat bahwa niat untuk berpuasa fardhu harus sudah dilakukan sejak sebelum memulai puasa. Dan puasa wajib itu tidak sah bila tidak berniat sebelum waktu fajar itu.
Dalam fiqih, hal seperti ini diistilahkan dengan tabyit an-niyah yaitu memabitkan niat. Maksudnya, niat itu harus sudah dipasang sejak semalam, batas akhirnya ketika fajar shubuh hampir terbit. Dasarnya adalah sabda Rasulullah SAW :
Dari Hafshah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang tidak berniat sebelum fajar, maka tidak ada puasa untuknya.” (HR. Tirmidzy, An Nasa’I, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Namun, untuk puasa sunnah tidak harus dipasang niat sejak malam. Jadi dapat dilakukan saat siang hari, atau tiba-tiba berniat puasa pada tengah hari asalkan masih belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

  1. Apakah tiap malam harus ada niat tersendiri? Bolehkah niatnya digabung untuk sebulan ke depan?
Menurut jumhur ulama, niat itu harus dilakukan pada setiap malam yang besoknya kita akan berpuasa secara satu per satu. Satu niat tidak dapat digunakan untuk niat satu bulan. Hal ini karena masing-masing hari merupakan ibadah yang terpisah-pisah dan bukan merupakan satu paket yang menyatu. Buktinya, seseorang dapat berniat puasa di suatu hari dan dapat pula berniat tidak berpuasa di hari yang lain. Oleh karena itu jumhur ulama mensyaratkan harus ada niat di setiap hari sebelum melaksanakan puasa meskipun tidak dilafadzkan.
Sedangkan kalangan fuqaha dari Al Malikiyah mengatakan bahwa tidak ada dalil nash yang mewajibkan hal itu. Bahkan bila mengacu pada ayat Al Qur’an , jelas sekali bahwa niat berpuasa Ramadhan itu untuk satu bulan secara langsung dan tidak diniatkan secara hari per hari. Ayat yang dimaksud adalah :
“…Siapa diantara kalian yang menyaksikan Bulan (Ramadhan), maka berpuasalah…” (QS. Al Baqarah: 185)

  1. Apakah niat itu harus dilafazkan dengan “Nawaitu shauma ghadin”?
Para ulama sepakat bahwa seseorang yang sekedar melafadzkan niat seperti di atas maka hukumnya belum sampai kepada niat itu sendiri. Sebab niat tersebut baru sampai pada lisan saja padahal hakikatnya niat itu berasal dari dalam hati. Sehingga pada dasarnya niat itu tidak harus dilafadzkan.

Demikian ulasan mengenai pertanyaan-pertanyaan tentang puasa dan Ramadhan yang sering ditanyakan tentang niat. Semoga artikel ini berguna dan bermanfaat. Di artikel berikutnya, Saya akan membahas tentang pertanyaan-pertanyaan seputar puasa dan Ramdhan yang lain. Insya Allah…
Terima kasih   

Tuesday, 27 December 2016

Syukur dan Ketentraman Hidup

Zaman semakin maju, dan semakin modern. Setiap detik setiap waktu perkembangan zaman terus berjalan tanpa dapat dibendung seperti arus sungai di musim penghujan. Ada sisi positif yang kemudian arus ini bawa untuk memberi banyak manfaat bagi kehidupan manusia, tetapi juga tidak sedikit dampak negatif yang timbul. Zaman semakin berkembang, indikator kesejahteraan seseorang juga semakin tinggi. Dulu orang dikatakan sejahtera bila sudah punya rumah sendiri, bisa makan berkecukupan setiap hari, dapat berkumpul dengan anak dan istri, punya hiburan TV atau radio di rumah, punya sawah dan lahan sebagai sumber penghasilan, punya kendaraan pribadi sekelas motor bebek atau hanya sekedar sepeda gunung. Saya jadi teringat kisah paman saya yang menceritakan orang terkaya di kampung saya dulu adalah satu-satunya orang yang memiliki TV di kampung, dan satu-satunya orang yang rumahnya beralaskan ubin. Tetapi sekarang siapa yang tidak punya TV, hampir semua orang punya benda ini. Rumah-rumah modern sekarang hampir tidak ada yang menggunakan ubin, semua beralih ke keramik, marmer bahkan batu alam granit, besok mungkin rumah-rumah akan beralaskan emas atau permata, entahlah. Kesimpulannya setiap perkembangan zaman akan membawa peningkatan standard kesejahteraan seseorang.

Perkembangan tingkat kesejahteraan ini seringkali membuat orang khawatir, apalagi dengan tingkat penghasilannya yang di bawah rata-rata. Jangankan orang yang berpenghasilan rendah, para elite ekonomi saja khawatir. Tapi kekhawatiran mereka berbeda, ketakutan elite ekonomi bukan takut tidak bisa makan, tapi mungkin takut tidak bisa jalan-jalan keluar negeri, tidak bisa menyekolahkan anaknya di universitas ternama di dunia, tidak bisa menambah aset propertinya, dan ketakutan-ketakutan berkelas lainnya. Atau mungkin hanya takut progresifitas pendapatan tidak sesignifikan hari ini, saya hanya menerka. Tetapi bagaimanapun, ketakutan-ketakutan itu membuat hati dan pikiran diperbudak oleh dunia. Membuat isi pikiran hanya tentang dunia, setiap hari mengejar dunia. Lupa bersyukur, dan mengkufuri segala nikmat yang sudah diberikan oleh Allah SWT. Ketika dunianya diambil oleh Allah, maka yang datang hanya keputusasaan, menyalahkan takdir, bahkan tidak bisa menemukan jalan hidupnya lagi sebagai manusia. Ini semua karena hatinya hampa, kurang syukur, dan dikendalikan nafsu dunia, seolah segala yang dia miliki sekarang adalah hidup dan matinya.

Realitanya sekarang, banyak orang menjadi lupa diri, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang disebut kesejahteraan menurut persepsi masing-masing. Mencuri, merampok, korupsi, cuci uang, penggelapan harta, perdagangan orang dan sederet kejahatan lainnya demi memenuhi kebutuhan hidup, demi memperkaya diri  Ketika dunianya diambil oleh Allah, mereka tidak kuat bangkit, akhirnya gila dan bunuh diri. Kenapa menempuh jalan yang haram padahal Allah memberkahi manusia dengan tangan, kaki, akal pikiran, tenaga, seperangkat panca indera, jantung yang berdetak, darah yang mengalir, saraf-saraf yang saling sinergi dan lain-lain untuk mendukung manusia menjadi insan yang terpuji, makhluk yang terbaik. Kenapa harus berputus asa padahal nikmat dan kasih sayang Allah begitu banyak dan terus mengalir untuk hamba Nya. Hilangnya rasa syukur membuat dunia membutakan manusia sehingga tidak menyadari betapa banyak potensi, berkah, dan nikmat yang Allah anugerahkan.

Andai hati penuh syukur, walau di dompet uang tinggal dua ribu perak juga masih cari-cari alasan buat bersyukur walau hati ketir-ketir hari ini gak bisa makan. “Alhamdulillah tinggal 2000, yang penting badan sehat wal afiat untuk cari rizki”. Andai hati penuh syukur, walau kena PHK juga masih cari-cari alasan untuk bangkit walau listrik dan kontrakan masih nunggak. “Alhamdulillah, kena PHK, padahal kontrakan sama listrik masih nunggak 2 bulan, tidak apa-apa Allah masih ngasih aku mata untuk mencari sumber rizki yang lain” Masya Allah, kalau hati sudah bersyukur seperti ini, hidup jadi tentram. Jadi timbul semangat untuk cari rizki yang halal. Jadi timbul kesabaran menjalani hidup.

Saya jadi teringat salah satu pasien saya di rumah sakit. dia adalah seorang anak kecil, 5-6 tahunan kira-kira. Dia dirawat karena mengalami kebutaan akibat suatu hal. Selama dia dirawat masya Allah, dia tidak pernah murung atau bersedih seperti kebanyakan pasien yang kehilangan penglihatannya. Bahkan setiap hari dia menyanyi lagu anak-anak yang kesukaannya dengan riang. Suaranya yang nyaring dan merdu membuat tetangganya sesama pasien ikut gembira mendengarnya, membuat saya dan tenaga kesehatan lain yang merawatnya juga ikut senang, barangkali semangat anak ini sampai pada hati saya dan mereka. Anak ini tidak bersedih walau tidak bisa melihat lagi, karena baginya yang terpenting adalah dia masih punya ibu dan ayah. Ibu dan ayah yang selalu sayang dan cinta. Mungkin bagi saya pribadi atau mungkin sebagian orang, pasti akan sangat sulit untuk menjalani hidup tanpa penglihatan, bahkan membayangkannya saja sudah sangat sulit. Tidak bisa melihat wajah orang-orang yang kita sayangi, tidak bisa melihat awan, tidak bisa melihat gunung, semuanya hitam pekat, sangat menakutkan. Tapi anak ini seolah mengajarkan bahwa, penglihatan adalah nikmat Allah yang sewaktu-waktu bisa diambil, nikmat yang tidak untuk dibanggakan dan diperjuangkan mati-matian karena dia hanya titipan. Masih ada nikmat-nikmat lain yang Allah berikan dan harus senantiasa kita syukuri. Anak ini seolah berkata “Alhamdulillah, tidak apa-apa aku tidak bisa melihat, aku bersyukur Allah masih memberiku ayah dan ibu yang selalu mencintaiku”.  Anak kecil yang masih polos dan lugu ini telah menunjukkan sebuah kesabaran dalam menetapi rasa syukur atas segala hal yang Allah berikan kepadanya.

Dari sini semoga saya dan kita semua bisa mengambil hikmah dan pelajaran, agar kita senantiasa bersemangat menumbuhkan rasa bersyukur di dalam hati atas segala yang kita peroleh dan apapun yang Allah takdirkan kepada kita. Semoga Allah selalu memberikan kekuatan kepada hati-hati yang lemah ini agar bisa menjaga hati ini tetap istiqomah untuk bersyukur, kapanpun dan dimanapun dalam menjalani kehidupan ini.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

“Dan Dia telah memberimu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu sangat lalim dan banyak mengingkari (nikmat Allah).” (QS. Ibrahim: 34).


*Rio Cristianto
          

Thursday, 19 May 2016

Kisah Inspiratif Dua Pedagang Keren

assalamualaikum wr.wb para pembaca yang budiman. Sudah lama ane gak posting-posting lagi. Hari ini izinkan ane berbagi pengalaman kepada pembaca semua. Semoga pengalaman ane ini bisa menjadi pelajaran untuk kita semua. Aamiin
Ane ingin  menceritakan dua orang sosok yang keren dan patut menjadi contoh. Kisah kali ini sekaligus menunjukkan bahwa teladan itu tidak hanya dapat kita temukan pada tokoh-tokoh publik, orang-orang tenar yang sering naik mimbar, orang-orang yang sering memotong pita peresmian, tetapi teladan bisa kita temukan pada orang-orang sekitar kita, bahkan orang-orang yang tidak kita duga-duga.
Suatu sore, sepulang kerja sampingan, ane mencari jus buah untuk melepas dahaga yang mendera (alay dikit). Tetapi karena penjual jus langganan tutup, ane akhirnya pulang. Di perjalanan terlihat bapak-bapak menjaga gerobak es bubur kacang hijau di samping jalan. Wah lumayan untuk obat haus pikirku. Akhirnya ane mampir ke bapak tersebut. Ane perhatikana ada yang berbeda dengan bapak penjual bubur ini. Ane langsung kagum di pandangan pertama. Yang membuat ane kagum dengan si Bapak penjual bubur kacang hijau ini adalah beliau begitu ramah dengan pelanggan. Senyumnya selalu merekah kepada setiap pelanggan yang datang membeli. Dan yang membuat ane kagum untuk kesekian kalinya, bapak ini tak lupa mendoakan pelanggannya ketika hendak pergi setelah menerima bungkusan es bubur kacang hijaunya. “Semoga lelah dan capeknya hilang semua ya mas!”. So sweet sekali bapak ini. Bagaimana gak bahagia pelanggannya kalau didoakan begini. Kedua kalinya ane kesana, keramahan itu lagi-lagi sukses menawan hati ane. Hanya pada pengalaman kedua ini adalagi yang membuat kekaguman ane bertambah. Beliau ternyata tidak meninggalkan shalat seklipun sedang berdagang. Noh, keren gak tuh? “Mas, ini tadi mau tak tinggal shalat, Masnya datang tepat waktu” Masya Allah… Ini nih pedagang sejati. Gak lupa agama walau lagi sibuk mencari nafkah.
Masih di hari yang sama, ba’da menunaikan shalat maghrib usai mengajar di TPQ (Taman Pendidiakn al Qur’an). Ane mau pulang. Di serambi masjid ane lihat ada gerobak. Seperti gerobak jajanan anak-anak. Seorang lelaki paruh baya keluar dari masjid datang menghampirinya. Kemudian mendorongnya keluar dari masjid. Yang ane perhatikan bukan gerobaknya, tapi mas-mas yang sedang mendorong gerobak tersebut. Ane perhatikan, subhanallah… baliau berdizikir. Mulutnya tak henti berkomat-kamit di setiap langkah ia beranjak menjemput rizki di tempat yang ingin beliau tuju, entah dimana itu. Luar biasa sekali.
Hal ini kemudia menjadi bahan pembelajaran kepada ane pribadi. Seringkali ketika kita bekerja, kita lupa akan adanya Allah. Sehingga kita mementingkan pekerjaan selesai tepat waktu dengan hasil yang memuaskan ketimbang shalat tepat waktu dengan khusyu’. Mementingkan dandanan modis dan rapi ketimbang bertilawah dan berdzikir terlebih dahulu sebelum bertemu atasan atau pelanggan. Bahkan mementingkan kepentingan gaji dan upah dan mengabaikan hak-hak orang lain. Naudzubillah…
Dunia adalah satu dari sekian banyak hal yang seringkali membelenggu kita dalam lingkaran kesibukan yang membuat kita hanya berorientasi pada dunia. Sedangkan Agama yang menjadi oase, mata air serta pelita yang menyegarkan, menyelamatkan dan menerangi kita dari kehausan dan kebutaan akan dunia yang melahirkan keinginan dan hasrat yang tidak pernah tertuntaskan, seringkali dinomorduakan. Akhirnya ya, korupsi walau jabatan sudah sangat bergengsi, mencuri walau sudah dimanjakan gaji, timbul kerja-kerja yang tidak berkualitas yang hanya menghamburkan uang anggaran, pelayanan yang jauh dari kata memuaskan, sehingga ada istilah, “Gaji serius, kerja main-main”. Tataran yang lebih rendah, ada pedagang-pedagang curang, rela dagang dengan mengorbankan waktu ibadah, seolah-olah agama hanya menghambat aktivitas untuk mencari rizki. Bukankah yang memberi rizki adalah Allah, bukan pekerjaan kita. Bekerja hanya perantara kita untuk menjemput rizki-Nya, tapi kalau yang punya rizki gak ridha, sebaik apapun perantara kita, mau apa? Ibarat kita mau nego harga tanah, kita sewa negosiator handal yang berkompeten, kalau yang empunya tanah ga ridha ngelepas tanahnya, mau apa? Tanah gak dapet, gigit jari yang iya, keluar uang lagi buat nyewa negosiator, nah.. tuh bagaimana ceritanya kalau udah begitu?
Dari dua sosok luar biasa tadi semoga kita dapat mengambil pelajaran, bahwa yang membuat kita bahagia bukanlah uang dari kerja-kerja kita. Kebahagiaan itu datangnya dari Allah. Maka salah kalau kita cari uang tapi melupakan Allah, karena uang hanya secuil dibandingkan kebahagiaan dan nikmat yang Allah curahkan untuk kita. Ketika kita bisa selalu bersyukur, saat itulah kita bisa bekerja sepenuh hati dengan Allah bersama kita, membersamai ikhtiyar kita mencari rizki.
“Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian rizki-Nya. Dan hanya kepada-Nya lah kamu kembali setelah dibangkitkan” (QS. Al Mulk : 15)

Thursday, 31 December 2015

Kian Sadar 31 Desember

Assalamu’alaykum, Pembaca. Syukur alkhamdulillah atas segala nikmat yang diberikan Allah ta’ala hingga diperkenankan sampai pada akhir tahun 2015 Masehi. Penulis mengucapkan selamat hari jum’at, karena 1 Januari 2016 Masehi besok bertepatan pada hari jum’at, setuju?

Pembaca tercinta, tidak dimungkiri pergantian tahun baru ya begitu adanya. Tercium bau khas hura-hura, bau khas pesta tiada henti, bau khas panggung hiburan malam, bau khas campur baur dusel-duselan tak terbendung, bau khas bubuk pelangi yang ditembakkan keatas, dan bau khas yang lain yang mungkin unit K-9 milik polisi tidak sampai hati mengendusnya. Sebagai seorang muslim, tentu kita patut prihatin apabila nyatanya saudara-saudari kitalah yang tidak sampai hati diendus unit K-9. Tentu kita patut prihatin bila ternyata kerabat maupun keluarga kitalah yang tidak sampai hati diendus unit tersebut. Mungkin masih ada yang belum yakin akan makna dari itu semua.

Namun tidak sedikit kok muslim di Indonesia ini yang peduli sama hal begituan, silahkan browsing makna atribut yang biasa digunakan saat tahun baru. Silahkan browsing makna terompet. Silahkan browsing makna petasan/ kembang api. Silahkan browsing makna dentuman jam tanda pergantian tahun. Silahkan browsing sejarah pergantian tahun baru di Indonesia pun di dunia. Saudara-saudari kita merelakan harta, waktu, tenaga dan perasaannya untuk mengkaji dengan detail hingga menyajikannya secara lugas hal-hal yang memang benar adanya secara sejarah. Kini masyarakat kian sadar bukan, bagaimana menyadarkan saudara-saudarinya yang mungkin terbius bau khas pergantian tahun baru? Patut kita syukuri hal itu. Mungkin dulu kita seperti itu, lalu sadar atas ijin Allah, melalui saudara-saudari kita.

Pembaca, kini masyarakat kian sadar. Masyarakat semakin sadar betapa memanfaatkan waktu pergantian tahun begitu penting. Ya, to the point, silahkan browsing betapa banyak orang yang malam ini, ya malam ini, memanfaatkan waktunya untuk menghadiri majelis ilmu, kajian, tabligh akbar di masjid. Silahkan browsing bagaimana aparat negara sekelas PolRes mengadakan tabligh akbar. Silahkan browsing bagaimana mereka memasang spanduk berisi ajakan untuk memanfaatkan malam tahun baru yang identik dengan hura-hura, bising, mengotori lingkungan, menghabiskan uang, diganti dengan muhasabah bersama sekaligus bersedekah. Silahkan browsing bagaimana seorang walikota menginstruksikan pengurus masjid di kotanya untuk mengadakan doa bersama serentak ba’da shalat isya. Silahkan browsing bagaimana ormas menggencarkan shalawat bersama, doa bersama, dzikir bersama, muhasabah akhir tahun, tidak tanggung-tanggung langsung menghadirkan sekian banyaknya juru dakwah. Kini masyarakat kian sadar bukan, bagaimana secara bertahap namun totalitas berusaha membuat iklim baru saat pergantian tahun? Patut kita syukuri. Mungkin dulu lingkungan kita seperti itu, namun atas ijin Allah, lingkungan kita menjadi lebih kondusif atas usaha saudara-saudari kita.

Pembaca yang terhormat, penulis yakin trend pergantian tahun baru berikutnya akan menjadi semakin baik. Semakin banyak yang memanfaatkan waktunya dengan tepat. Semakin gencar amar ma’ruf nahi munkar, esspecially saat pergantian tahun baru. Ketika kita sudah tersadar, lingkungan semakin mendukung, pertanyaannya hanya satu, “Sudah siapkah diri ini?”. Ya, sudah siapkah diri ini mengambil posisi strategis dalam mengawal saudara-saudari kita yang lain? Sudah siapkah diri ini menjadi bagian dari pioneer lingkungan yang semakin kondusif? Sudah siapkah saudara-saudari kita terdahulu mengambil manfaatnya manakala kita mampu meneruskan perjuangannya?. Masihkah kita berdiam diri duduk di depan laptop (penulis juga sih hehe) dan sekedar berangan-angan semata? Masihkah kita tidak mau beranjak dari diri yang jahiliyah menuju diri yang terang benderang? Bukankah seorang muslim dinanti kebermanfaatannya? Bukankah seorang muslim sudah memiliki bekal yang rahmatan lil’alamin? Alangkah baiknya seorang muslim sadar bahwa dirinya muslim. Sadar akan tanggung jawab dan konsekuensinya, tidak hanya terhadap diri pribadi, namun terhadap saudara-saudarinya. Bukankah masuk surga enaknya rame-rame?

Penulis mohon maaf bila banyak teori semata, banyak bicara saja namun less action ever, no action. Mohon maaf atas tulisan yang kemungkinan menyinggung hati Pembaca. Semoga dapat diambil manfaatnya, meski hanya 1 kalimat yang membekas di hati. Semangat tahun baru, bersama menjadi pribadi muslim yang utuh, yang kaffah. Bersama, mengingatkan akan nahi munkar. Bersama, membudayakan hal-hal yang nyatanya bermanfaat. Bersama, meluruskan hal-hal yang nyatanya banyak mudharatnya. Wassalamu’alaykum.

*Penulis : Mahardhika Widyantoko

Thursday, 5 November 2015

Referensi Materi-Materi untuk Mengisi Mentoring

Berikut adalah materi-materi agama islam, yang semoga dapat membantu para mentor untuk mendapatkan referensi materi untuk dishare-kan kepada para mentee nya. Semoga bermanfaat nggih. Tetap semangat dalam berjuang menghidupkan lingkaran-lingkaran kecil antum semua, semoga senantiasa diberikan keistiqomahan dalam berjuang di jalan Islam. 

>> Download <<
Silabus 
Materi Mentoring 7 



*bila ada link yang rusak bisa langsung komen, biar mimin perbaiki

Sunday, 2 August 2015

Materi Agama : Ikhlas, Istiqomah, dan Pelayanan sebagai Ibadah

Berikut adalah materi perkuliahan agama islam 2 bersama Pak abu. Semoga bermanfaat!  

“Sesungguhnya setiap amalan harus disertai dengan niat. Setiap orang hanya akan mendapatkan balasan tergantung pada niatnya. Barangsiapa yang hijrah karena cinta kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya akan sampai kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya karena menginginkan perkara dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya (hanya) mendapatkan apa yang dia inginkan” (HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907)

 


>> Download <<

Thursday, 14 August 2014

Jodohku, Ketentraman yang Membawaku Dekat Kepada-Mu

Assalamualaikum sobat, bagaimana kabar kalian semua? semoga baik-baik saja dan senantiasa dalam lindungan Allah SWT aamiin. alhamdulillah pagi ini ane masih diberikan kesempatan oleh allah untuk sedikit meramaikan blog ini lagi. Kali ini ane ingin membahas tentang jodoh . subhanallah galau gan? dikit sob hehe monggo langsung disimak saja infonya 

Allah berfirman dalam surat Ar-Rum: 21
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untuk kamu pasangan-pasangan dari jenis kamu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kamu mawaddah dan rahmat. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS Ar-Rum [30]:21)

Dalam surat tersebut Allah menjelaskan bahwa Allah telah menciptakan pasangan-pasangan untuk kita agar kita memperoleh ketenangan dan ketentraman lahir dan batin.

Kalimat “litaskunu ilaiha (supaya kamu cenderung dan tenteram kepadanya)”  ini yang menjadi alasan (’illah) mengapa Allah menciptakan untuk kita pasangan-pasangan dari jenis kita sendiri. Tujuannya yaitu agar kita sakinah. Kata sakinah berasal dari kata sakana yang berarti diam atau tenang setelah sebelumnya bergejolak, guncang, dan sibuk. Itulah sebabnya rumah dinamai sakan, karena ia adalah tempat ketenangan setelah sebelumnya si penghuni sibuk di luar rumah (qultummedia.com)

Menurut  Khoirul Amru Harahap, Lc., M.S.I di dalam bukunya “Ikhtiar Cinta” tujuan diciptakannya kita, umat manusia, berjodoh atau berpasangan adalah sebagai berikut:
1. Agar kita mengingat akan kebesaran dan tanda-tanda kekuasaan Allah.

2. Agar kita mengetahui bahwa Tuhan Yang Maha Esa dan yang tidak berpasangan itu hanya Sang Pencipta.
3. Agar kita ketenangan dan ketenteraman raga dan batin dari pasangan-pasangan kita itu.

Jodoh adalah sumber ketentraman dimana bersamanya kita seharusnya bisa lebih semangat mendekatkan diri kepada Allah, semakin ingat dan takjub akan kekuasaan Allah, dan semakin yakin bahwa Allah adalah dzat yang maha Penyayang. 

Subhanallah betapa agung kasih sayang allah kepada kita yang telah menyediakan jodoh-jodoh terbaik yang darinya kita akan mendapatkan ketenangan batin untuk menapaki jalan Allah yang penuh rahmat. Semoga kita dipertemukan dengan jodoh kita yang nantinya dapat menemani kita mendeakatkan diri Kepada Allah, bersama-sama menjaga iman dan taqwa serta saling memelihara kemurnian cinta kepada Allah.  Aamiin

Sunday, 10 August 2014

3 Keutamaan Shalat 5 Waktu

Di era globalisasi yang semakin keras ini, terkadang kita terlena oleh kesibukan mencari kebahagiaan dunia sehingga mengesampingkan kepentingan akhirat. Padahal sebagai seorang muslim kita harus bisa profesional dan seimbang dalam urusan dunia dan akhirat. Apalah arti kebahagiaan dunia tanpa Ridlo dari Allah SWT. Allah telah menetapkan misi kita di dunia ini yang tak lain adalah beribadah kepada-Nya. “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56). 

Salah satu ibadah yang diwajibkan oleh Allah SWT adalah shalat fardhu 5 waktu. Shalat merupakan rukun islam kedua yang merupakan ibadah yang sangat dicintai oleh allah SWT bila dijalankan dengan sempurna. Shalat juga merupakan amalan yang pertama kali dihisab di akhirat kelak dan menentukan baik buruknya amalan-amalan kita yang lain sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits, "Sesungguhnya pertama kali yang dihisab (ditanya dan diminta pertanggungjawaban) dari segenap amalan seorang hamba di hari kiamat kelak adalah shalatnya. Bila shalatnya baik maka beruntunglah ia dan bilamana shalatnya rusak, sungguh kerugian menimpanya.” (HR. Tirmidzi)". Rasulullah Saw. uga pernah bersabda: “Shalat adalah tiang agama. Barangsiapa yang mengerjakannya berarti ia menegakkan agama, dan barangsiapa yang meninggalkannya berarti ia meruntuhkan agamanya.” (HR. Baihaqi). Hal ini menunjukkan betapa shalat 5 waktu merupakan sebuah ibadah yang sangat penting bagi seorang muslim, dan tidak boleh ditinggalkan. 

Dibalik kewajiban menjalankan shalat ini, Allah telah menyisipkan banyak keutamaan dan kemuliaan bagi muslim yang menjalankannya.

1. AMALAN YANG DISUKAI ALLAH SWT

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, amalan apakah yang paling afdhol?” Jawab beliau, “Shalat pada waktunya.” Lalu aku bertanya lagi, “Terus apa?” “Berbakti pada orang tua“, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.  “Lalu apa lagi”, aku bertanya kembali. “Jihad di jalan Allah“, jawab beliau. (HR. Bukhari no. 7534 dan Muslim no. 85)

2. PENGHAPUS DOSA

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah kalian, seandainya ada sebuah sungai di dekat pintu salah seorang di antara kalian, lalu ia mandi dari air sungai itu setiap hari lima kali, apakah akan tersisa kotorannya walau sedikit?” Para sahabat menjawab, “Tidak akan tersisa sedikit pun kotorannya.” Beliau berkata, “Maka begitulah perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah menghapuskan dosa.” (HR. Bukhari no. 528 dan Muslim no. 667)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Di antara shalat yang lima waktu, di antara Jumat yang satu dan Jumat lainnya, di antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan lainnya, itu akan menghapuskan dosa di antara keduanya selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim no. 233)

Abu Dzar r.a. berkata : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam keluar dimusim dingin, sedang daun pohon banyak rontok, maka ia mengambil dua dahan, sedang daunnya rontok maka bersabda : Hai Abu D-zar. Jawabku : Labbaika ya Rasulallah. Lalu bersabda : Seorang hamba muslim jika shalat dengan ikhlas karena Allah maka rontok dosa-dosanya sebagaimana rontok daun dari dahan pohon ini. (H.R. Ahmad).

Ibn Umar r.a. berkata : Sesungguhnya seorang hamba bila ia berdiri shalat maka diletakkan semua dosa-dosanya diatas kepala dan kedua bahunya, maka tiap-tiap ruku' atau sujud rontok (berjatuhan) dosa-dosanya itu. (H.R. Atthabarani, Albaihaqi)

Anas r.a. berkata : Tiada dua Malaikat yang mencatat amal itu, menghadap pada Allah membawa shalat seorang dua kali sembahyang, melainkan Allah berkata pada kedua Malaikat itu ; Aku persaksikan pada kamu berdua bahwa Aku telah mengampunkan pada hambaKu dosa-dosa yang terjadi diantara dua kali sembahyang itu. (HR. Albaihaqi)


3. CAHAYA PENYELAMAT

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang menjaga shalat lima waktu, baginya cahaya, bukti dan keselamatan pada hari kiamat. Siapa yang tidak menjaganya, maka ia tidak mendapatkan cahaya, bukti, dan juga tidak mendapat keselamatan. Pada hari kiamat, ia akan bersama Qorun, Fir’aun, Haman, dan Ubay bin Kholaf.” (HR. Ahmad 2: 169. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

subhanallah, betapa shalat merupakan ibadah yang mengandung kemuliaan dan keutamaan yang luar biasa bagi muslim yang mau mengerjakannya. Semoga allah senantiasa memberikan kekuatan lahir batin kepada kita agar tetap istiqomah menjalankan shalat. aamiin :)

Saturday, 14 June 2014

Kisah Rasul dan Masjid Dhirar, Urgensi Memerangi Tempat Maksiat

Gambar dari: surabaya.bisnis.com
Ibnu Katsir meriwayatkan dari Sa'id bin Jubair, Urwah, Qatadah, dan lainnya bahwa di Madinah ada seorang pendeta yang bernama Abu Amir dari Khazraj. Dia adalah seorang pemeluk nasrani yang memilki posisi penting di kalangan kaum Khazraj.

Ketika Rasulullah SAW masuk ke Madinah, menghimpun kekuatan islam dan membangun peradaban kaum muslimin disana, Abu Amir merasa tidak suka dengan keberadaan Rasulullah SAW dan menunjukkan bibit permusuhan. Kemudian dia pergi ke Mekkah untuk mengumpulkan dukungan kaum Kafir Quraisy untuk melawan Rasulullah SAW.

Melihat Dakwah rasulullah yang sudah menyebar luas, semakin kuat dan maju, diapun pergi mencari dukungan kepada Raja Romawi, Heraclius. Heraclius menyambut baik kedatangan Abu Amir dan menjanjikan apa yang diinginkannya. Abu Amirpun tinggal di Negeri Heraclius sembari mengendalikan kaum munafik di Madinah

Abu Amir mengirim sebuah surat kepada kaum munafik Madinah. Ia mengabarkan bahwa Heraclius akan memberi apa yang mereka inginkan. Abu Amir memerintahkan kaum munafik untuk membuat markas tempat mereka berkumpul untuk merencanakan aksi-aksi jahat mereka kepada kaum muslimin.

Kaum Munafik kemudian membangun sebuah masjid yang diberi nama Masjid Dhirar. Masjid tersebut dibangun di dekat masjid Quba'. Ketika masjid Dhirar telah berdiri, kaum munafik menemui Rasulullah SAW dan meminta beliau untuk Shalat di masjid Dhirar sebagai tanda persetujuan Rasul atas berdirinya masjid tersebut. Mereka berdalih masjid ini didirikan untuk orang-orang yang tidak dapat keluar saat malam sangat dingin.

Pada waktu itu Rasul hendak berangkat ke Tabuk, dan beliau mengatakan kepada kaum munafik, "Kami sekarang mau berangkat, Insya Allah nanti setelah pulang". Allah melindungi Rasul untuk tidak shalat di masjid tersebut.

Beberapa hari sebelum Rasulullah SAW tiba di Madinah, Jibril turun membawa berita tentang masjid Dhirar yang sengaja dibuat untuk memecah belah kaum muslimin. Rasulullah SAW kemudian mengutus Sahabat untuk menghancurkan masjid tersebut sebelum Rasul tiba di Madinah. Berkenaan dengan Masjid ini turunlah Firman Allah SWT : "Dan (diantara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), dan karena kekafirannya, dan untuk memecah belah orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang memerangi Allah dan RasulNya sejak dahulu. Mereka sesungguhnya bersumpah, 'kami tidak menghendaki selain kebaikan. 'Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka adalah pendusta (dalam sumpahnya). Janganlah kamu shalat dalam masjid itu selama-lamnya. Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar taqwa (Masjid Quba') sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya. di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih." (At-taubah : 107-108)

Dari kisah diatas bisa kita simpulkan bahwa Kaum Munafik telah melakukan perbuatan konspirasi kejahatan untuk memerangi dan memcah belah Rasulullah SAW dan kaum muslimin. karena itu Rasulullah SAW tidak membiarkan tindakan ini, dan langsung mengambil tindakan tegas dan keras. Dalam menyikapi makar jahat dan konspirasi kaum munafik yang membahayakan kaum muslimin, kita sebagai umat islam harus tegas tanpa kompromi dalam menghancurkan setiap perangkat jahat dan tipu daya yang mereka bangun.

Orang-orang munafik senantiasa bersujud di telapak kaki penjajah asing, orang-orang kafir, untuk membantu mereka memerangi umat muslim. Tetapi, ketika bertemu kaum muslimin, mereka bersikap seperti saudara, yang sama-sama mengagungkan agama islam. Tetapi bila ada kesempatan, mereka akan menusuk kaum muslimin dari belakang.

Selain itu, tindakan Rasulullah SAW terhadap masjid Dhirar menujukkan perlunya menghancurkan tempat-tempat kemaksiatan, tempat yang tidak diridhai Allah SWT, tempat yang dapat membahayakan kehidupan dan kemashalahatan umat islam, sekalipun tempat tersebut disembunyikan dan disampuli dengan berbagai kebaikan sosial.

Kalau Rasulullah SAW saja membakar bangunan masjid Dhirar, Umar Ibnu Khattab juga pernah membakar satu desa yang menjual minuman keras (Khamr), apalagi tempat-tempat kemaksiatan, apalagi tempat-tempat KEMESUMAN/PROSTITUSI, apalagi tempat-tempat PERJUDIAN yang digelar secara terang-terangan.  dan untuk hal ini sudah tidak ada perdebatan lagi diantara ulama muslimin. 

Tempat-tempat kemaksiatan yang menggelar dosa secara terang-terangan yang membawa banyak mudharat sudah seharusnya ditutup. Kita sebagai umat islam sudah seharusnya juga bersatu dan sama-sama berkontribusi dalam mengupayakan penutupan tempat-tempat yang dapat membuat Allah murka. Saatnya bergerak dan bersatu bersama-sama sebagai satu kesatuan Umat muslim yang peduli peradaban yang bersih.

Sumber: Buku Sirah Nabawiyah Dr. Muhammad Sa'id Ramadhan Al-Buthy

Wednesday, 11 June 2014

Ghazwul Fikri di Era Modern

Pengertian Ghazwul Fikri (GF)
Secara Bahasa
Ghazwul Fikri terdiri dari dua suku kata yaitu Ghazwah dan Fikr. Ghazwah berarti serangan, serbuan atau invansi. Sedangkan Fikr berarti pemikiran. Jadi, menurut bahasa Ghazwul Fikri adalah serangan atau serbuan didalam qital (perang) atau Ghazwul Fikri secara bahasa diartikan sebagai invansi pemikiran.

Secara Istilah
Secara istilah, Ghazwul Fikri adalah penyerangan dengan berbagai cara terhadap pemikiran umat islam guna merubah apa yang ada didalamnya sehingga tidak lagi bisa mengeluarkan darinya hal – hal yang benar karena telah tercampur aduk dengan hal – hal yang tidak islami.

Makna Invansi Pemikiran (Ghazwul Fikri (GF))
Invansi / serangan pemikiran atau dalam bahasa arab dinamakan ghazwul fikri dan dalam bahasa inggris disebut dengan brain washing, thought control, menticide adalah istilah yang menunjukkan kepada suatu program yang dirancang dan dilaksanakan secara sistematis dan terstruktur oleh musuh – musuh islam untuk melakukan pendangkalan pemikiran dan cuci otak kepada kaum muslimin. Hal ini mereka lakukan agar kaum muslimin tunduk dan mengikuti cara hidup mereka sehingga melanggengkan kepentingan mereka untuk menjajah / mengeksploitasi sumber daya milik kaum muslimin.

Kelebihan – Kelebihan Invansi Pemikiran (Ghazwul Fikri (GF))
Invansi pemikiran atau ghazwul fikri (GF) dilakukan oleh para musuh islam dengan pertimbangan – pertimbangan bahwa dibandingkan dengan melakukan peperangan militer atau fisik, maka ghazwul fikri (GF) memiliki kelebihan – kelebihan sebagai berikut :
Aspek
Perang Fisik
Ghazwul Fikri
Biaya
Sangat mahal
Murah dan dikembalikan
Jangkauan
Terbatas di front
Sampai ke rumah - rumah
Obyek
Obyek merasakan
Sama sekali tidak merasa
Dampak
Mengadakan perlawanan
Menjadikan idola
Persenjataan
Senjata berat
Slogan, teori, iklan

Sejarah Ghazwul Fikri (GF)
Sejarah Ghazwul Fikri (GF) sudah ada setua umur manusia, makhluk yang pertama kali melakukannya adalah iblis laknatullah ketika berkata kepada Adam as., “ Sesungguhnya Allah melarang kalian memakan buah ini supaya kalian berdua tidak menjadi malaikat dan tidak dapat hidup abadi. “ (Q.S.Al – A’Raaf:20)

Dalam perkataannya ini iblis tidak menyatakan bahwa Allah tidak melarang kalian…karena itu akan bertentangan dengan informasi yang telah diterima oleh Adam as., tetapi iblis mengemas dan menyimpangkan makna perintah Allah SWT. Sesuai dengan keinginannya, yaitu dengan menambahkan alas an pelarangan Allah yang dibuat sendiri. Iblis tahu bahwa Adam as tidak punya pengetahuan tentang sebab tersebut. Demikianlah para murid – murid iblis dimasa kini selalu berusaha melakukan ghazwul fikri dengan menyimpangkan fakta dan informasi yang ada sesuai dengan maksud jahatnya. Setan melakukannya dengan cara yang sangat halus dan licin. Akibatnya, hanya orang – orang yang dirahmati Allah SWT yang mampu mengetahuinya.

Bidang – Bidang Yang di serang

Pendidikan
Pendidikan adalah aspek penting yang menentukan maju atau mundurnya suatu bangsa. Oleh sebab itu, bidang pendidikan merupakan target utama dari ghazwul fikri (GF). Ghazwul fikri (GF) yang dilakukan dibidang pendidikan, diantaranya dengan membuat sedikitnya porsi pendidikan agama di sekolah – sekolah umum (hanya 2 jam sepekan).

Hal ini berdampak fatal pada fondasi agama yang dimiliki oleh para siswa. Dengan lemahnya basis agama mereka, maka terjadilah tawuran, seks bebas pelajar yang meningkatkan AIDS, penyalahgunaan narkoba, vandalism, dan sebagaimananya. Ini adalah dampak jangka pendek.

Sedangkan dampak jangka panjangnya lebih berbahaya, yaitu rendahnya kualitas pemahaman agama para calon pemimpin bangsa dimasa depan. Ghazwul fikri (GF) lainnya dibidang ini adalah pada teknis belajarnya yang campur baur antara pria dan wanita yang jelas tidak sesuai dan banyak menimbulkan pelanggaran terhadap syariat.

Sejarah
Sejarah yang diajarkan perlu ditinjau ulang dan disesuaikan dengan semangat islam. Materi tentang sejarah dunia dan ilmu pengetahuan telah ghazwul fikri (GF) habis – habisan sehingga hampir tidak ditemui sama sekali pemaparan tentang sejarah para ilmuan islam dan sumbangannya dalam perkembangan ilmu pengetahuan.

Dalam sejarah yang dibahas hanyalah ilmuan kafir yang pada akhirnya membuat generasi muda menjadi silau dengan tokoh – tokoh kafir dan minder terhadap sejarahnya sendiri. Ketika berbicara tentang sejarah islam, di benak mereka hanyalah terbayang sejarah peperangan dengan pedang dan darah sebagaimana yang selalu digambarkan dalam kaca mata barat.

Hal ini lebih diperparah dengan sejarah nasional dan penamaan perguruan tinggi, gedung – gedung, perlambangan, penghargaan dan pusat ilmu lainnya dengan bahasa Hindu Sanksekerta, sehinga semakin hilanglah mutiara kegemilangan islam dihati para generasi muda.

Ekonomi
Ghazwul fikri (GF) yang terjadi dibidang ekonomi adalah konsekuensi dari motto ekonomi yaitu, mencari keuntungan sebesar – besarnya dengan pengorbanan sekecil – kecilnya. Ketika motto ini ditelan habis – habisan tanpa dilakukan filterisasi, maka tidak lagi memperhatikan halal atau haram, yang penting adalah bagaimana supaya untung sebesar – besarnya.

Hal lain yang perlu dicermati dalam system ekonomi kapitalisme, yaitu monopoli, riba dan pemihakan elit kepada para konglomerat. Mengenai monopoli sudah tidak perlu dibahas lagi, cukup jika dikatakan bahwa Amerika Serikat sendiri telah diberlakukan UU anti – trust (bagaimana di Indonesia?). Tentang riba dan haramnya bunga bank rasanya bukan pada tempatnya jika dibahas disini, cukup dikatakan bahwa munculnya dan berkembangnya bank tanpa bunga (bagi hasil), fatwa MUI, fatwa Universita Al Azhar Mesir, kesepakatan para ulama islam dunia membuktikan bahaya bunga bank dan haramnya dalam islam. Tentang keberpihakan kepada para konglomerat, semoga dengan perkembangan era reformasi saat ini dapat diperbaiki.

Ilmu Alam dan Sosial
Pada bidang ilmu – ilmu alam, ghazwul fikrii terbesar yang dilakukan adlah dengan dilakukannya sekularisasi antara ilmu pengetahuan dengan ilmu agama. Bahaya lainnya adalah penisbatan teori – teori ilmu pengetahuan kepada para ilmuan tanpa mengembalikannya kepada sang pemberi dan pemilik ilmu, sehingga mengakibatkan kekaguman dan pujian hanya berhenti pada diri para ilmuwan dan tidak bermuara kepada Allah SWT.

Hal lain adalah berkembangnya berbagai teori – teori sesaat yang sebenarnya belum diterima secara ilmiah, tetapi disebarkan secara besar – besaran oleh kelompok – kelompok tertentu untuk menimbulkan keraguan pada agama. Misalnya, teori tentang asal usul makhluk hidup (the origins of species) dari Darwin (yang sebenarnya merupakan kelanjutan dari penemuan Herbert Spencer) yang sebenarnya masih ada the missing link yang belum dapat menghubungkan antara manusia dank era, tapi sudah “ diindoktrinasikan “ kemana – mana. Atau, teori Libido seksualnya Freud, yang menyatakan bahwa jika manusia tidak dibebaskan sebebas – bebasnya keinginan seksualnya akan mengakibatkan terjadinya gangguan kejiwaan. Teori ini sudah dibantah secara ilmiah dan pencetusnya sendiri (Freud) yang terus menggembar – gemborkan kebebasan seksual, ternyata mati karena menderita penyakit kejiwaan (psikopath).

Bahasa
Ghazwul fikri (GF) dibidang bahasa adalah dengantidak diajarkannya bahasa Al – Qur’an di sekolah – sekolah karena menganggapnya tidak perlu. Hal yang nampaknya remeh ini sebenarnya sanagt besar akibatnya dan menjadi bencana bagi kaum muslimin Indonesia secara umum. Dengan tidak memahami Al – Qur’an, mayoritas kaum muslimin menjadi tidak mengerti apa kandungan Al – Qur’an, seperti firman Allah dalam surah Al Baqarah:78 artinya “ Dan diantara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al – Kitab (taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga – duga “. Akibatnya, Al – Qur’an menjadi sekedar bacaan tanpa arti (Al – Qur’an hanya dinikmati iramanya seperti layaknya lagu – lagu dan nyayian belaka, yang akhirnya ditinggalkan seperti yang disebutkan dalam surah Al Furqaan:30 yang artinya “ Berkata Rasul : Ya tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al – Qur’an ini suatu yang tidak diacuhkan “ dan surah Al Furqaan:31 yang artinya “ Dan seperti itulah, setelah kami adakan bagi tiap – tiap nabi, musuh dari orang – orang yang berdosa dan cukuplah Tuhanmu menjadi pemberi petunjuk dan penolong. “)

Dampak lain dari kebodohan terhadap bahasa Al – Qur’an adalah terputusnya hubungan kaum muslimin dengan perbendaharaan ilmu – ilmu keislaman yang telah disusun dan dibukukan selama hamper 1000 tahun oleh para pakar dan ilmuwan islam terdahulu yang jumlahnya mencapai jutaan judul buku, mencakup bidang – bidang akidah, tafsir, hadist, fiqih, sirah, tarikh, ulumul qur’an, tazkiyyah dan sebagainya.

Hukum
Ghazwul fikri (GF) pada aspek hukum adalah penggunaan acuan hukum warisan kolonial yang masih dipertahankan sebagai hukum yang berlaku, reduksi, dan penghapusan hukum Allah SWT dan Rasul – Nya. Rasa takut dan alergi terhadap segala yang berbau syariat islam merupakan keberhasilan ghazwul fikri (GF) dibidang ini. Penggambaran potong tangan bagi pencuri dan rajam bagi penzina selalu ditonjolkan saat pembicaraan – pembicaraan tentang kemungkinan adopsi terhadap beberapa hukum islam. Mereka melupakan bahwa hukum islam berpihak (melindungi) korban kejahatan, sehingga hukuman keras dijatuhkan kepada pelaku kejahatan agar perbuatannya tidak terulang dan orang lain takut untuk berbuat yang sama.

Sebaliknya, hukum barat berpihak (melindungi) pelaku kejahatan, sehingga dengan hukuman tersebut memungkinkannya untuk mengulang lagi kejahatannya karena ringannya hukuman tersebut. Laporan menunjukkan bahwa tingkat perkosaan yang terjadi di Kanada selama sehari sama dengan kejahatan yang sama di Kuwait selama 12 tahun, bahkan pooling yang dilakukan di masyarakat Amerika Serikat menunjukkan bahwa 1 dari 3 masyarakat Amerika Serikat menyetujui dijatuhkannya hukuman mati untuk pemerkosa.

Pengiriman pelajar dan mahasiswa ke Luar Negeri
Ghazwul fikri (GF) dibidang ini terjadi dalam dua aspek, yaitu : Brain drain dan Brain Washing. Brain drain adalah pelarian para intelektual dari negara – negara islam ke negara – negara maju karena insentif yang lebih besar dan fasilitas hidup yang lebih mewah bagi para pekerja disana. Hal ini menyebabkan lambatnya pembangunan di negara – negara islam dan semakin cepatnya kemajuan di negara – negara barat.
Data penelitian tahun 1996 menyebutkan bahwa perbandingan SDM bergelar doctor (S3) di Indonesia baru 60 per sejuta penduduk, di Amerika Serikat dan Eropa antara 2500 – 3000 orang per sejuta, dan di Israel mencapai 16.000 per sejuta penduduk.

Sementara brain washing (cuci otak) dialami oleh para intelektual yang sebagian besar berangkat ke negara – negara barat tanpa dibekali dengan dasar – dasar keislaman yang cukup. Akibatnya, mereka pulang dengan membawa pola piker dan perilaku yang bertentangan dengan nilai – nilai islam. Bahkan secara sadar atau tidak, mereka ikut andil dalam membantu melanggengkan kepentingan barat dinegara mereka.

Media massa
Berbicara mengenai ghazwul fikri (GF) yang terjadi dalam media massa, maka dapat dipilah pada aspek – aspek sebagai berikut :

Aspek kehadirannya
Terjadinya perubahan penjadwalan kegiatan sehari – hari dalam keluarga muslim, missal TV. Dulu selepas maghrib, anak – anak biasanya mengaji dan belajar agama. Sekarang, selepas maghrib anak – anak menonton acara – acara TV yang kebanyakan merusak dan tidak bermanfaat. Sementara bagi para remaja dan orang tua dibandingkan dating ke pengajian dan majlis – majlis taklim, mereka lebih senang menghabiskan waktunya dengan menonton TV.
Sebenarnya TV dapat menjadi srana dakwah yang luar biasa (sesuai dengan teori komunikasi yang menyatkan bahwa media audio – visual memiliki pengaruh yang tertinggi dalam membentuk kepribadian baik pada tingkat individu maupun masyarakat) asal dikemas dan dirancang sesuai dengan nilai – nilai islam.

Aspek isinya
Berbicara mengenai isi yang ditampilkan oleh media massa yang merupakan produk ghazwul fikri (GF) diantaranya adalah mengenai penokohan – penokohan atau orang – orang yang diidolakan. Media massa yang ada tidak berusaha ikut mendidik bangsa dan masyarakat dengan menokohkan para ulama, ilmuwan, dan orang – orang yang dapat mendorong membangun bangsa agar mencapai kemajuan IMTAK dan IPTEK sebagaimana yang digembar – gemborkan. Tetapi sebaliknya, justru tokoh yang terus menerus diekspos dan ditampilkan adalah para selebriti yang menjalankan gaya hidup borjuis, menghambur – hamburkan uang (tabdzir), jauh dari memiliki IPTEK apalagi nilai – nilai agama.

Hal ini jelas besar dampaknya pada generasi muda dalam memilih dan menentukan gaya hidup, cita – citanya dan tentunya pada kualitas bangsa dan Negara. Rpoduk lain dari ghazwul fikri (GF) yang menonjol dalam media TV, misalnya porsi film – film islami yang dapat dikatakan tidak ada. Film yang diputar 90% adalah film bergaya barat, sisanya adalah film nasional (yang juga bergaya barat), film – film mandarin, dan film – film india.

Sasaran dilakukannya Invansi Pemikiran (Ghazwul Fikri (GF))
Sasaran dari ghazwul fikri (GF) adalah sebagai berikut :
 Agar kaum muslimin menjadi condong sedikit terhadap gaya, perilaku dan pola pikir barat, seperti dalam Q.S. Al Israa:73 yang artinya “ Dan sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu dari apa yang telah kami wahyukan kepadamu, agar kamu membuat yang lain secara bohong terhadap kami, dan kalau sudah begitu tentulah mereka mengambil kamu jadi sahabat yang setia. “ Q.S. Al Israa:74 yang artinya “ Dan kalau kami tidak memperkuatkan (hati)mu, niscaya kamu hampir condong sedikit kepada mereka.” Q.S. Al Israa:75 yang artinya “ Kalau terjadi demikian, benar – benarlah kami akan rasakan kepadamu (siksaan) berlipat – lipat ganda didunia ini dan begitu (pula siksaan) berlipat ganda sesudah mati, dan kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun terhadap kami.” Dan Q.S.Al Israa:76 yang artinya “ Dan sesungguhnya benar – benar mereka hamper membuatmu gelisah di negeri (mekah) untuk mengusirmu daripadanya dan kalau terjadi demikian, niscaya sepeninggalmu mereka tidak tinggal sebentar saja.”

Setelah kaum muslimin condong sedikit, tahapan selanjutnya adalah agar kaum muslimin mengikuti sebagian dari gaya, perilaku dan pola pikir mereka. Sebagaimana disebutkan dalam Q.S.Ad Dukhan:25 yang artinya “ Alangkah banyaknya taman dan mata air yang mereka tinggalkan.” Dan Q.S.Ad Dukhan:26 yang artinya “ Dan kebun – kebun serta tempat – tempat yang indah – indah.”

Pada tahap ini diharapkan kaum muslimin beriman pada sebagiannya ayat – ayat Al – Qur’an dan Hadist Rasulullah SAW, tetapi kafir terhadap sebagian yang lainnya. Sebagaimana dalam Q.S.Al Baqarah:85 yang artinya “ Kemudian kamu (bani israil) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan mengusir segolongan dari pada kamu dari kampong halaman. Kamu bantu membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan tetapi jika mereka dating kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka. Padahal mengusir itu (juga) terlarang bagimu. Apakah kamu beriman pada sebagian Al Kitab(taurat) dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian dari padamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat, Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.”

Pada tahap akhir, mereka menginginkan agar generasi kaum muslimin mengikuti syahwat dan meninggalkan shalat. Sebagaimana dalam Q.S.Maryam:59 yang artinya “ Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia – nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsu, maka mereka akan menemui kesesatan.”

Tujuan Ghazwul Fikri (GF)
1.  Menghambat kemajuan umat islam agar tetap menjadi pengekor barat. Berbagai macam pendapat nyeleneh yang ditebarkan para orientalis lewat media cetak dan elektronik berhasil menyita perhatian umat islam dan mengetuk sebagian besar potensinya,baik untuk melakukan kajian, bantahan dan pelurusan.
2.    Menjauhkan umat islam dari Al – Qur’an dan As Sunnah serta ajaran – ajarannya. Dengan keraguan – raguan dan penyesatan terhadap umat islam, ghazwul fikri (GF) menyeret orang – orang awam ke jurang yang memisahkan mereka dari keislaman – Nya. Bahkan ada sebagian yang keluar dari islam dan berpindah ke agama lain.
3.      Memurtadkan umat islam. Inilah yang digambarkan Al – Qur’an dalam Surah Al Baqarah:217 yang artinya “ Mereka tidak henti – hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad diantara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah sia – sia amalannya di dunia dan akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal didalamnya.”

Dampak Positif dan Negatif Gahzwul Fikri (GF)

Dampak Positif dari Ghazwul Fikri (GF)
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mempermudah memberikan pekerjaan pada manusia yang ada di Negara ini.

Dampak Negatif dari Ghazwul Fikri (GF)
Perusakan akhlak umat islam terutama yang masih berusia muda. Berusaha menggiring umat islam kepada kekafiran, khususnya umat islam yang tipis pemahaman keislamannya. Menjauhkan umat islam dari agamanya dan mendekatkannya pada kekafiran.
 ditulis oleh : Ustadz Sahuri LC