Apa yang Membuat Saya Rindu Kampung Halaman?
Assalamualaikum wr.wb,
Pembaca
yang budiman, mungkin di antara kita banyak yang sedang atau pernah
menyandang status sebagai perantau kota besar. Entah karena studi
ataupun pekerjaan, banyak hal yang membuat seseorang harus marantau ke
kota atau tempat lain yang nun jauh dari kampung halaman. Saat sudah
tinggal di kota, seringkali ada perasaan rindu dengan kampung halaman.
saya termasuk seseorang yang pernah merasakan hal tersebut. Ada banyak
hal yang tidak dijumpai dan rasakan lagi saat sudah tinggal di kota. Hal
itu yang membuat perasaan rindu dan kangen untuk kembali ke kampung
halaman. Berikut beberapa hal yang membuat saya rindu kampung halaman
saya di desa:
1. Suara adzan
Adzan
di kota berbeda dengan Suara adzan di masjid kampung khususnya kampung
halaman saya. Bukan karena suara merdu muadzinnya, tapi karena
suasananya. Di kampung, biasanya saya shalat di masjid atau mushollah.
Letaknya dekat dengan sungai dan sawah. Yang membuat saya kangen adalah
suasana saat adzan maghrib. Dimana saat maghrib, suara muadzin seolah
diiringi orchestra dari katak di sawah yang bersautan bagai simfoni.
Suara "pujian" seusai adzan yang biasanya diisi dengan shalawat badar dan
lagu tombo ati ditirukan anak-anak kecil sepanjang perjalanan. Penduduk
kampung yang sudah pulang ke rumah dari bekerja, berjalan bersama-sama
ke masjid. Langit berwarna ungu dan jingga, dengan sinar lampu jalan
yang remang-remang. Dan tentu saja masih tetap diiringi suara katak
sawah dan riuh liri aliran sungai di saluran irigasi, rasanya begitu
syahdu dan tentram.
2. Sungai yang masih asri
Sungai
di kampung saya bisa dibilang masih asri dan alami dengan pencemaran
yang minimal. Disana masih banyak anggang-anggang kalau orang jawa
bilang. Konon biota air ini jadi tanda bahwa tingkat pencemaran air
sungah masih sangat minimal. Karena anggang-anggang tidak bisa hidup di
air yang banyak tercemari limbah. Dengan air yang masih baik ini,
penduduk memanfaatkannya sebagai tempat mandi, dan mencuci. Saya
termasuk orang yang juga suka mandi di sungai, karena airnya segar, dan
terus mengalir. Mandi dengan senandung suara jangkrik, burung dan
kumbang, membuat saya betah lama-lama di sungai.
Saya juga punya hobi
mancing. Di kota, untuk memancing harus cari tambak atau kolam pancing
dulu, kemudian sewa alat pancing, beli umpan, dan nanti kalau dapat ikan
pun harus bayar. Di kampung, air sungai masih banyak ikannya. Meskipun
hanya sebangsa ikan gatul, lele, nila, atau ikan uceng bukan ikan gurame
atau ikan mas tapi itu sudah cukup memuaskan dan menyenangkan. Mancing
dengan joran dari bambu yang kadang patah di tarik ikan, kail yang
sering nyangkut di semak-semak, umpan cacing atau sumpil dari sawah,
semuanya terasa sederhana tapi membuat hati bahagia. Kalau dapat ikan
bisa langsung dibakar dengan ranting pohon atau jerami kering di sawah,
atau dibawa pulang untuk dimasak ibu atau dipelihara. Ah betapa
indahnya…
3. Sawah yang hijau
Di
kota mungkin kita masih dapat menjumpai sawah tapi tentu berbeda dengan
di kampung. Di kampung sawah menghampar luas sejauh mata memandang,
tidak ada gedung yang memagari. Saya suka main di sawah. Dulu, saya
punya kelinci namanya si putih. Tiap hari saya harus carikan rumput.
Selain rumput, disana ada banyak kangkung, dan bayam liar. Si putih
paling suka makan kangkung dan bayam. Kenangan saat mencari rumput di
tengah sawah yang hijau, dengan panorama langit biru dan gunung, angin
sepoi yang membelai, tak akan pernah tergantikan.
Selesai cari rumput,
saya biasanya singgah sebentar di gubug tangah sawah, nimbrung dengan
para petani yang merebahkan badannya setelah mencangkul, dengan diiringi
lagu dangdut era 90an dari radio, kadang kalau beruntung, saya disuguhi
dengan teh hangat dan singkong rebus. Hal semacam ini sangat sulit
dijumpai di kota bukan?
Nah
itulah beberapa hal yang membuat saya rindu kampung halaman saya di
desa. Masih ada banyak hal unik tentang kampung halaman yang ingin saya
ceritakan kepada pembaca yang budiman, tetapi karena postingan ini sudah
terlalu panjang, maka akan saya buat postingan yang kedua sebagai
kelanjutan postingan ini. Jangan bosan mengunjungi blog ini ya, semoga
bermanfaat dan terima kasih.
0 comments:
Post a Comment
Mari kita budayakan berkomentar yang baik dan santun ya sobat.