السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ ...... Selamat datang di BLOG RIO CRISTIANTO. Dukung Blog ini dengan like fanspage "Rio Cristianto". Thank you, Happy Learning... ^_^

Wednesday, 29 May 2019

Ronde Keperawatan

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

  1. Definisi Ronde Keperawatan
Ronde keperawatan adalah kegiatan yang bertujuan untuk  mengatasi masalah keperawatan pasien yang dilaksanakan oleh perawat di samping melibatkan pasien untuk membahas dan melaksanakan asuhan keperawatan. Pada kasus tertentu harus dilakukan oleh perawat primer dan/atau konselor, kepala ruangan, dan perawat associate yang perlu juga melibatkan seluruh anggota tim kesehatan (Nursalam, 2011).

Didalam ronde keperawatan terjadi proses interaksi antara perawat dengan perawat, perawat dengan pasien. Ronde keperawatan merupakan prosedur dimana dua atau lebih perawat mengunjungi pasien untuk mendapatkan informasi yang akan membantu dalam merencanakan pelayanan keperawatan dan memberikan kesempatan pada pasien untuk mendiskusikan masalah keperawatannya serta mengevaluasi pelayanan keperawatan yang telah diterima pasien (Kozier et al, 2011).

Ronde keperawatan merupakan teknik pengontrolan efektif untuk manajer keperawatan. Ronde dapat menutup beberapa isu dalam pelayanan dan praktik keperawatan. Untuk mencapai keefektifan hasil didiskusikan dengan personel yang tepat pada suatu pertemuan lanjutan. (Russel, 2000)

  1. Tujuan Ronde Keperawatan
Menurut Nursalam (2011), menyatakan bahwa tujuan dalam ronde keperawatan adalah :
  1. Tujuan umum
Menyelesaikan masalah pasien melalui pendekatan berfikir kritis.

  1. Tujuan khusus
  1. Menumbuhkan cara berfikir kritis dan sistematis.
  2. Meningkatkan kemampuan validasi data pasien.
  3. Menentukan kemampuan menentukan diagnosis keperawatan.
  4. Menumbuhkan pemikiran tentang tindakan keperawatan yang berorientasi pada masalah pasien.
  5. Meningkatkan kemampuan memodifikasi rencana asuhan keperawatan.
  6. Meningkatkan kemampuan justifikasi.
  7. Meningkatkan kemampuan menilai hasil kerja

  1. Manfaat Ronde Keperawatan
Menurut Nursalam (2011), manfaat ronde keperawatan adalah:
  1. Masalah pasien dapat teratasi
  2. Kebutuhan pasien dapat terpenuhi
  3. Terciptanya komunitas keperawatan yang profesional
  4. Terjalinnya kerjasama antar tim kesehatan
  5. Perawat dapat melaksanakan model asuhan keperawatan dengan tepat dan benar

Menurut Zainudin (2012) manfaat ronde keperawatan adalah:
  1. Meningkatkan keterampilan dan pengetahuan pada perawat
  2. Perawat dapat mengevaluasi kegiatan yang diberikan oleh pasien berhasil atau tidak
  3. Sarana belajar bagi perawat dan siswa perawat
  4. Membantu mengorientasikan perawat baru pada pasien
  5. Meningkatkan kepuasan pasien

  1. Kriteria Ronde Keperawatan
    1. Kriteria pasien
Menurut Nursalam (2011), Pasien yang dipilih untuk dilakukan ronde keperawatan adalah pasien yang memiliki kriteria sebagai berikut :
  1. Mempunyai masalah keperawatan yang belum teratasi meskipun sudah dilakukan tindakan keperawatan
  2. Pasien dengan kasus baru atau langka

  1. Karakteristik Ronde Keperawatan
Menurut Nursalam (2013), ronde keperawatan mempunyai beberapa karakteristik sebagai berikut:
  1. Klien dilibatkan secara langsung.
  2. Klien merupakan fokus kegiatan.
  3. Perawat Asosiet (PA), Perawat Primer (PP), dan konselor melakukan diskusi bersama.
  4. Konselor memfasilitasi kreativitas.
  5. Konselor membantu mengembangkan kemampuan PA dan PP dalam meningkatkan kemampuan mengatasi masalah.

  1. Peran Masing-Masing Anggota Tim
    1. Peran perawat primer dan perawat associate  (Nursalam 2015)
  1. Menjelaskan data pasien yang mendukung masalah pasien.
  2. Menjelaskan diagnosis keperawatan.
  3. Menjelaskan intervensi yang dilakukan.
  4. Menjelaskan hasil yang didapat.
  5. Menjelaskan rasional (alasan ilmiah) tindakan yang diambil.
  6. Menggali masalah-masalah pasien yang belum terkaji.

  1. Peran perawat konselor  (Nursalam 2015)
    1. Memberikan justifikasi.
    2. Memberikan reinforcement.
    3. Memvalidasi kebenaran dari masalah dan intervensi keperawatan serta rasional tindakan.
    4. Mengarahkan dan koreksi.
    5. Mengintegrasikan konsep dan teori yang telah dipelajari.

  1. Kendala Dalam Ronde Keperawatan
Kendala atau masalah yang dihadapi dalam ronde keperawatan pada umumnya adalah:
  1. Persiapan yang kurang sebelum dilaksanakan ronde keperawatan
  2. Orientasi masih terbatas pada prosedur keperawatan saja
  3. Tidak disetujuinya inform consent oleh pasien atau keluarga
  4. Belum ada keseragaman tentang laporan hasil ronde keperawatan
  5. Belum ada kesempatan tentang model ronde keperawatan

  1. Langkah-Langkah Ronde Keperawatan
Menurut Nursalam (2015),Langkah-langkah dalam ronde keperawatan  adalah sebagai berikut:


Keterangan:
  1. Praronde
    1. Menentukan kasus dan topik (masalah yang tidak teratasi dan masalah yang langka).
    2. Menentukan tim ronde.
    3. Mencari sumber atau literatur.
    4. Membuat proposal.
    5. Mempersiapkan pasien: informed consent dan pengkajia
    6. Diskusi: Apa diagnosa keperawatan? Apa data yang mendukung? Bagaimana intervensi yang sudah dilakukan? Apa hambatan yang ditemukan selama perawatan?

  1. Pelaksanaan ronde
    1. Penjelasan tentang pasien oleh perawat primer yang difokuskan pada masalah keperawatan dan rencana tindakan yang akan dilaksanakan dan atau telah dilaksanakan serta memilih prioritas yang perlu didiskusikan.
    2. Diskusi antar anggota tim kasus tentang kasus tersebut.
    3. Pemberian justifikasi oleh perawat primer atau konselor atau kepala ruangan tentang masalah pasien serta rencana tindakan yang akan dilakukan.

  1. Pascaronde
    1. Evaluasi, revisi, dan perbaikan.
    2. Kesimpulan dan rekomendasi penegakan diagnosis; intervensi keperawatan selanjutnya.

  1. Mekanisme Ronde Keperawatan
Perawat primer membaca status pasien untuk melihat perkembangan kesehatan pasien dan melihat intervensi apa yang belum terseleseikan, meliputi laporan penilaian fisik dan psikososial pasien. Perawat juga menentukan tujuan yang ingin dicapai jika ronde keperawatan tersebut dilaksanakan  (Clement 2011)

Penentuan pasien yang akan dilakukan ronde keperawatan berdasarkan dua kriteria, yaitu yang pertama adalah pasien dimana sudah dilakukan intervensi namun belum berhasil dan yang kedua adalah pasien dengan penyakit langka  (Sitorus 2006).

Perawat primer yang menangani pasien tersebut melakukan diskusi bersama kepala ruangan untuk menetapkan waktu serta pihak yang dilibatkan dalam proses ronde  keperawatan. Setelah ditetapkan maka perawat primer datang ke pasien untuk meiminta persetujuan atau inform consent kepada pasien  (Nursalam 2015).

Setelah disetujuinya inform consent ronde keperawatan dilaksanakan di meja diskusi dipimpin kepala ruangan dan dihadiri oleh  perawat primer yang menangani pasien tersebut, perawat associate , perawat primer dua, dokter yang menangani, konselor dan pihak lain yang memungkinkan untuk dilibatkan. Ronde keperawatan biasanya berlangsung selama kurang lebih 1 jam (tergantung kebutuhan). Perawat primer akan mempresentasikan masalah terkait kondisi klien, meliputi diagnosa keperawatan, data yang mendukung, intervensi yang sudah dilakukan, hambatan yang ditemukan dan prognosis penyakit (Nursalam 2015). Masalah yang sensitif sebaiknya tidak didiskusikan dihadapan pasien (Sitorus 2006).

Validasi data dilakukan setelah perawat primer menyajikan masalah di depan tim dengan cara seluruh tim datang ke pasien untuk mencocokkan data yang dipresentasikan dengan keadaan pasien yang sebenarnya.

Seluruh tim kembali ke meja diskusi untuk melanjutkan proses diskusi. Tim yang lain seperti perawat primer dua, dokter atau konselor berhak mengutarakan pendapat dan memberikan saran kemudian kepala ruangan menyimpulkan atas permasalah pasien dan memutuskan rekomendasi solusi masalah untuk selanjutnya akan diimplementasikan ke pasien  (Nursalam 2015).



Referensi :
Arina, Maliya, dkk. 2009. Pelatihan Ronde Kasus Untuk Meningkatkan Kinerja Staf Keperawatan di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Surakarta. Vol.12.No 2. Jurnal FIKUI
Clement, I. 2011. Management Nursing Services and Education. Edition I. India: Elsevier
Depkes RI.2002. Profil Kesehatan Indonesia 2001 Menuju Indonesia Sehat 2010. Jakarta: Departemen Kesehatan RI
Depkes RI.2008. Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta
Depkes RI.2008. Profil Kesehatan Indonesia 2005. Jakarta
Kozier,B.,Erb,G.,&Berman,A.2011. Fundamental Of Nursing : Concept, Process & practice.Seven third ed.New Jersey:Pearson Prentice hall
Nursalam. 2011. Manajemen Keperawatan: Aplikasi Dalam Praktik Keperwatan Professional Edisi 3. Jakarta: Salemba Medika
Nursalam. 2015. Manajemen Keperawatan: Aplikasi dalam Praktik Kperawatan Profesional Edisi 5. Jakarta : Salemba Medika
Russel, Swansburg. 2000. Pengantar Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan. Jakarta: EGC
Sitorus, R. 2006. Model Keperawatan Profesional di Rumah Sakit: Penataan Struktur dan Proses (sistem) Pemberian Asuhan Keperawatan di Ruang Rawat. Jakarta: EGC.





0 comments:

Post a Comment

Mari kita budayakan berkomentar yang baik dan santun ya sobat.